Senin, 17 Oktober 2011

Nama Obat-obatan


ANBACIM

KOMPOSISI
Asetil Sefuroksim / Cefuroxime

INDIKASI
Infeksi saluran pernafasan bagian bawah, saluran kemih, jaringan lunak, tulang & sendi, infeksi kandungan dan kebidanan, gonore, septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut) & meningitis (radang selaput otak). Pencegahan infeksi dalam perut, panggul, bedah tulang, jantung, paru, bedah esofagel & vaskular ketika terdapat peningkatan resiko infeksi.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap Sefalosporin.

PERHATIAN
-          Reaksi anafilaktik terhadap Penisilin, pengobatan bersama dengan diuretika poten.
-          Gangguan fungsi ginjal.
-          Hamil trimester pertama.
-          Interaksi obat : kombinasi dengan aminoglikosida dapat meningkatkan nefrotoksisitas.

EFEK SAMPING
-          Hipersensitivitas, gangguan pada saluran pencernaan termasuk kolitis pseudomembranosa (sangat jarang).
-          Perubahan hematologikal, eosinofilia.
-          Superinfeksi.
-          Sakit kepala, kenaikan sementara nilai enzim hati, SGPT, SGOT.
-          Tes Coombs positif.

DOSIS
-          Dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun : 2 kali sehari 250 mg, dapat ditingkatkan menjadi 2 kali sehari 500 mg.
-          Bayi dan anak berusia 12 tahun ke bawah : 2 kali sehari 125 mg.
-          Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi : 2 kali sehari 125-250 mg.
-          Uretritis gonokokal tanpa komplikasi : 1 gram sebagai dosis tunggal.
-          Otitis media :
-          Anak berusia 2 tahun ke atas : 2 kali sehari 250 mg.
-          Anak berusia kurang dari 2 tahun : 2 kali sehari 125 mg.

PENYAJIAN
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan



KETOPAIN

KOMPOSISI
Ketorolac tromethamine.

INDIKASI
Pengobatan jangka pendek pada nyeri akut pasca operasi moderat sampai hebat.

KONTRA INDIKASI
-          Alergi ( seperti: nasal polyp, angioedema, bronchospasm, asma, sindrom Stevens johnson, ruam vesiculobulous )
-          Ulkus peptik akut atau pendarahan gastrointestinal
-          Kerusakan ginjal berat
-          Kasus obstetrik, kehamilan, menyusui
-          Anak < 16 tahun
-          hipovolemia atau dehidrasi
-          Rute epidural atau spinal
-          Penyakit cerebrovascular
-          Gangguan koagulasi
-          Hemostasis

PERHATIAN
Dekompensasi jantung, hipertensi.

EFEK SAMPING
Dyspepsia, sakit kepala, mengantuk, nyeri pada tempat suntikan, nyeri gastrointestinal, diare, berkeringat, mual, pusing, edema, konstipasi, melena, stomatitis, lemah, depresi, euphoria, paraesthesia, dyspnea, gangguan penglihatan, bengkak, ulkus lambung, muntah, mialgia, mulut kering, vertigo, pruritis, vasodilatasi, oliguria, pendarahan colon, asma, urtikaria, muka pucat.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.

KEMASAN
Ampul 10 mg/ml x 1 ml x 5's.

DOSIS
-          Dewasa < 65 tahun 30 mg sebagai dosis tunggal atau 30 mg tiap 6 jam sampai maksimal 120 mg sehari.
-          Dewasa> 65 tahun dengan kerusakan ginjal dan atau berat badan < 50 kg 15 mg sebagai dosis tunggal atau 15 mg tiap 6 jam sampai maksimal 60 mg sehari.











TRADOSIK

KOMPOSISI
Tramadol HCl.

INDIKASI
Pengobatan dan pencegahan nyeri kronis dan akut yang parah, nyeri setelah operasi, dan nyeri akibat tindakan diagnostik.

KONTRA INDIKASI
Intoksikasi akut dengan alkohol, hipnotik, analgesik, opioid, atau psikotropik.

PERHATIAN
-          Luka kepala, tekanan intrakranial meningkat, kerusakan fungsi hati dan ginjal yang parah.
-          Gangguan nafas, pasien yang cenderung kejang atau syok.
-          Hamil dan menyusui.
-          Dapat mengganggu kemampuan untuk mengendarai atau mengoperasikan mesin.
-          Interaksi obat : obat-obat penghambat mono amin oksidase (MAOI), obat-obat lain yang bekerja pada susunan saraf pusat.

EFEK SAMPING
Mual, muntah, dispepsia, susah buang air besar, kelelahan, sedasi, pusing, gatal-gatal, berkeringat, kemerahan pada wajah dan leher, mulut kering, sakit kepala.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.


DOSIS
Dewasa dan anak berusia lebih dari 14 tahun : 1 kapsul sebagai dosis tunggal, sampai dengan 8 kapsul sehari.
PENYAJIAN
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau tidak


Norages Injeksi

KOMPOSISI :
Tiap 1 ml NORAGES® injeksi mengandung,
Metamizole sodium …………. 500 mg

FARMAKOLOGI :
NORAGES® injeksi mengandung Metamizole sodium suatu senyawa yang memiliki efek analgesik. NORAGES® injeksi dapat diberikan secara i.v., hal ini memungkinkan untuk mendapatkan efek analgesik yang kuat untuk berbagai kondisi. Metamizole merupakan suatu derivat metansulfonat aminopirin. Pengaruhnya terhadap susunan saraf pusat (sentral) dan perifer. Secara sentral diduga bekerja pada hipotalamus dan secara perifer menghambat pembentukan prostaglandin di tempat inflamasi, mencegah sensitisasi reseptor rasa sakit terhadap rangsang mekanik atau kimiawi.

INDIKASI :
NORAGES® injeksi diindikasikan untuk :
-          Mengatasi nyeri berat akut dan kronis seperti pada keadaan penyakit rematik, sakit kepala, sakit gigi atau adanya tumor. Nyeri setelah kecelakaan atau sehabis operasi.
-          Mengatasi nyeri berat yang disebabkan oleh spasme otot polos baik itu akut dan kronis seperti pada spasme otot, kolik pada saluran pencernaan, saluran empedu, ginjal dan saluran kemih bagian bawah.

KONTRA INDIKASI :
-          Hipersensitif terhadap Metamizole, derivat pirazolone dan komponen obat lainnya.
-          Wanita hamil dan menyusui.
-          Penderita dengan tekanan darah sistolik < 100 mmHg.

PERHATIAN :
-          Hati-hati penggunaan NORAGES® injeksi pada pasien dengan instabilitas aliran darah seperti pada keadaan infark jantung, multiple injuries dan syok, serta pada penderita dengan gangguan pembentukan darah seperti pada saat melakukan terapi sitostatik.
-          Penderita dengan gangguan asma bronkhial atau penderita dengan infeksi saluran pernafasan kronis (terutama apabila dikombinasi dengan gejala-gejala : urtikaria kronis, sering terjadi konjungtivitis dan rhinosinusitis poliposa), dan penderita yang hipersensitif terhadap obat penghilang rasa sakit dan antirematik (intoleransi analgesik) berisiko terkena serangan asma atau syok dengan pemberian obat ini.
-          Tidak untuk mengobati sakit otot pada gejala-gejala flu, lumbago, sakit punggung, bursitis dan sindroma bahu lengan.
-          Hati-hati pada penderita dengan gangguan fungsi hati atau ginjal.
-          Bila perlu lakukan pemeriksaan uji fungsi hati dan darah  pada penggunaan yang lebih lama dari penggunaan untuk mengatasi rasa sakit akut.
-          Karena dapat menimbulkan agranulositosis yang berakibat fatal, maka sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang secara terus menerus.
-          Pada pemakaian jangka lama dapat timbul sindrom neuropathy yang akan berangsur hilang jika obat dihentikan.
-          Jangan digunakan lebih dari 1 gr sekaligus karena dapat menimbulkan syok.
-          Obat-obat analgesik tidak boleh digunakan dalam jangka waktu lama atau dosis yang tinggi kecuali atas petunjuk dokter atau dokter gigi.
-          Urine dapat menjadi berwarna kemerahan sebagai hasil metabolisme dari Metamizole menjadi asam rubazonic, dan hal ini akan hilang setelah pengobatan selesai.

EFEK SAMPING :
Efek samping yang utama dari NORAGES® injeksi adalah reaksi anafilaksis. Yang paling berat yaitu syok dan diskrasia darah (agranulositosis, lekopenia, trombositopenia) kedua reaksi ini jarang terjadi akan tetapi dapat mengancam jiwa. Tanda-tanda akan terjadinya serangan syok, sering terjadi selama penyuntikan : berkeringat dingin, pusing, stupor, mual, terjadi perubahan pada warna kulit, kesulitan bernafas. Sebagai gejala tambahan dapat terjadi bengkak pada wajah, gatal-gatal, peningkatan detak jantung, sensitisasi rasa dingin di sekitar tangan dan kaki, gejala ini dapat terjadi setelah 1 hari pemakaian. Apabila salah satu atau lebih dari tanda-tanda tadi diketahui, segera hubungi dokter untuk diberikan pertolongan secepatnya. Serangan asma dapat terjadi pada pasien yang mempunyai riwayat asma sebelumnya. Efek samping yang lain yaitu reaksi hipersensitif pada kulit dapat berupa : urtikaria, dan yang terberat adalah sindroma Steven Johnson atau sindroma Lyell's, apabila terjadi efek samping ini, hentikan segera pemakaian dan konsultasi ke dokter. Pengobatan dalam keadaan emergency untuk keadaan syok anafilaktik : Segera beri suntikan i.v. epinephrine (adrenalin) : suntikkan 1 ml (ekivalen dengan 0,1 mg epinephrine), sambil memonitor tekanan darah dan detak jantung, perhatikan adanya gangguan ritme jantung, jika diperlukan dapat diulang. Kemudian suntikkan glukokortikoid i.v., contohnya 250 mg - 1000 mg methylprednisolone, ulangi jika diperlukan. Dosis ini dianjurkan untuk dewasa dengan bobot badan normal, untuk anak-anak diperlukan pengurangan dosis dan diberikan berdasarkan bobot  badan. Untuk menyeimbangkan cairan tubuh dapat diberikan pengganti cairan tubuh (plasma expander). Selain itu dilakukan pula pernafasan buatan, inhalasi oksigen dan pemberian antihistamin. Over dosis : Dalam keadaan overdosis bantuan kesehatan sangat diperlukan.

INTERAKSI OBAT :
Pemberian bersamaan dengan cyclosporin, dapat menurunkan kadar cyclosporin, oleh karena itu diperlukan pengontrolan secara teratur. NORAGES® injeksi dan alkohol dapat saling mempengaruhi efek masing-masing.

DOSIS :
Dewasa dan anak-anak 15 tahun : Dosis sekali : 2 - 5 ml  i.v. atau i.m. Dosis sehari tidak  lebih dari 10 ml.


Nurosanbe

Tiap kaplet mengandung :
Metampiron                                                                             500 mg
Thiamin Mononitrat setara dengan Thiamin
HCI                                                                                          50 mg
Vitamin B6                                                                              100 mg
Vitamin B12                                                                            100 mg

NEUROSANBE Film-coated tablet Tiap tablet mengandung:
Vitamin B1                                                                              100 mg
Vitamin B6                                                                              200 mg
Vitamin B12                                                                            200 mg

NEUROSANBE® Injeksi Tiap ml/3 ml injeksi mengandung:
Vitamin B1                                                                              33,33 mg/100mg
Vitamin B6                                                                              33,33 mg/100mg
Vitamin B12                                                                            1670 mg/580mg

FARMAKOLOGI:

NEUROSANBE® PLUS kaplet adalah kombinasi dari tiga macam vitamin neurotropik dalam dosis besar dengan Metampiron. Metampiron bekerja sebagai analgetika, diabsorpsi dari saluran pencernaan dan mempunyai waktu paruh 1-4 jam. Vitamin B6 dan B12 dapat membantu memelihara fungsi sel-sel syaraf.
NEUROSANBE® adalah kombinasi dari tiga macam vitamin neurotropik dalam dosis besar yaitu Vitamin B1, B6 dan B12. Vitamin B1, berperan sebagai koenzim pada dekarboksilasi asam alfa-keto dan berperan dalam metabolisme karbohidrat. Vitamin B6 di dalam tubuh berubah menjadi piridoksal tosfat dan piridoksamin fosfat yang dapat membantu dalam metabolisme protein dan asam amino. Vitamin  B12 berperan dalam sintesa asam nukleat. Dengan demikian NEUBOSANBE® berperan dalam metabolisme karbohidrat, metabolisme asam amino dan berguna untuk pertumbuhan serta replikasi sel.

INDIKASI:
NEUROSANBE8 PLUS kaplet diindikasikan untuk meringankan rasa nyeri yang disebabkan oleh neuritis, neuralgia,terutama pada keadaan rasa nyeri yang berat. NEUBOSANBE diindikasikan untuk mencegah dan mengobati kekurangan Vitamin B6 dan B12 seperti pada beri-beri, polineuritis.

KONTRA-INDIKASI:
-          Hipersensitivitas.
-          Wanita hamil dan menyusui.
-          Penderita dengan  tekanan darah sistolik  kurang dari 100 mm Hg.
-          Reaksi hipersensitivitas : reaksi pada kulit.

PERHATIAN :
-          Tidak digunakan untuk mengoboti nyeri otot pada gejala-gejala flu dan tidak untuk mengobati rematik,  lumbago, sakit punggung,bursitis,sindroma bahu lengan.
-          Walaupun jarang menimbulkan agranulositosis,sebaiknya tidak digunakan untukjangka panjangdan terus  menerus.karena dapat berakibat fatal.
-          Hati-hati bila diberikan kepadd penderita yang pernah mengalami gangguan pembentukan darah/kelainan  darah,gangguan fungsi hati atau ginjal.Karena itu perlu dilakukan pemeriksaan fungsi hati dan hitung  darah pada penggunaan yang lebih'lama dari penggunaan untuk mengatasi nyeri akut.
-          Pada pemakaian jangka panjang dapat menimbulkan neuropathy syndrome yang akan berangsur hilang bila pengobatan dihilangkan.



GASTRIDIN INJEKSI

KOMPOSISI
Ranitidine HCL.

INDIKASI
Ulkus lambung dan ulkus duodenum, sindroma Zollinger-Ellison.

PERHATIAN
Gangguan fungsi ginjal & lambung-usus, hamil, menyusui.
Interaksi obat :
-          mengurangi klirens Warfarin, Prokainamida, N-asetilprokainamida.
-          meningkatkan absorpsi Midazolam tetapi mengurangi absorpsi Kobalamin.

EFEK SAMPING
Sakit kepala, pusing, gangguan saluran pencernaan, ruam kulit.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
B: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
KEMASAN
Ampul 50 mg/ml x 2 mL x 5 ampul.

DOSIS
50 mg secara intramuskular (IM)/bolus intravena (IV) intermiten/infus IV intermiten tiap 6-8 jam atau infus IV yang terus-menerus dengan dosis sebesar 6,25 mg/jam.

KANDUNGAN :
Tiap ml mengandung :
Ranitidin HCL setara dengan
Ranitidin..............................25 mg

KEGUNAAN :
GASTRIDIN® mengandung Ranitidin, derivat aminoalkilfuran, efektif untuk tukak lambung, usus dan pada keadaan lain yang sehubungan dengan sekresi asam lambung yang berlebihan.
GASTRIDIN® merupakan antagonis reseptor Histamin H2, kerjanya terutama menghambat sekresi basal maupun sekresi asam lambung akibat rangsangan makanan, histamin dan pentagastrin.

INDIKASI :
Pada keadaan dimana tidak dapat dilakukan terapi per oral. Tukak lambung dan usus dua belas jari. Kondisi hipersekresi asam lambung yang menyertai sindroma Zollinger Ellison.

ATURAN PEMAKAIAN:
Dosis dan cara pemakaian :
 Dewasa
Injeksi intramuskular : 50 mg (2 ml) dapat diulangi setiap 6-8 jam (tidak perlu diencerkan)

Injeksi intravena :
-          Intermitten Bollus : 50 mg (2 ml) dapat diulangi setiap 6-8 jam. Encerkan injeksi Gastridin 50 mg kedalam larutan injeksi Natrium klorida (0,9%) atau larutan intravena lain yang sesuai, hingga konsentrasi tidak lebih besar dari 2,5 mg/ml (20 ml). Berikan dengan kecepatan infusi tidak lebih dari 4 ml/menit (selama lima menit).
-          Intermitten infusion : 50 mg (2 ml) dapat diulangi setiap 6-8 jam. Encerkan injeksi Gastridin 50 mg kedalam larutan injeksi Dextrose (5%) atau larutan intravena lain yang sesuai, hingga konsentrasi tidak lebih besar dari 0,5 mg/ml (100 ml). Berikan dengan kecepatan infusi tidak lebih dari 5-7 ml/menit (selama 15-20 menit) Pada beberapa penderita yang membutuhkan peningkatan dosis maka diberikan dosis (50 mg) lebih sering, tapi tidak lebih dari 400 mg/hari.

Infus intravena yang kontinu :
Tambahkan injeksi Gastridin ke dalam larutan injeksi Dextrose(5%) atau larutan infus lain yang sesuai. Berikan dengan kecepatan 6,25 mg/jam (misal 150 mg/6ml) larutan injeksi Gastridin ke dalam 250 ml larutan injeksi Dextrose 5% diberikan 10,7 ml/jam

Untuk pasien Zollinger Ellison
Encerkan injeksi Gastridin ke dalam larutan injeksi Dextrose (5%) atau larutan intravena lain yang sesuai, hingga konsentrasi tidak lebih besar dari 2,5 mg/m. Kecepatan infus pertama-tama 1,0 mg/kg/jam . Bila setelah 4 jam pada pengukuran asam lambung lebih besar dari 10 mcg/jam, dosis dapat ditingkatkan 0,5 mg/kg/jam. Dosis sampai 2,5 mg/kg/jam dengan kecepatan 220 mg/jam dapat digunakan juga.

Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal
-          Penderita dengan klirens kreatin < 50 ml/menit, 50 mg setiap 18-24 jam.
-          Bila dibutuhkan, pemberian dapat ditingkatkan setiap 12 jam.
-          Pada hemodialisa, kadar Ranitidin dalam sirkulasi darah akan berkurang, perlu dilakukan pengaturan dosis sehingga waktu pemberian dosis bertepatan dengan akhir hemodialisa


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar